Aku masih mengingat awal pertemuan ku dengan nya. Saat itu kami terlibat dalam satu proyek yang sama di sekolah. Aku masih duduk di kelas 2 SMA, sedang dia adalah junior ku. Mendengar namanya saja aku tak pernah, apalagi beretemu dengan nya. Kala itu benar- benar pertama kali aku melihat sosok dirinya.
Kesan pertama saat melihat dirinya ? Gemuk. Itu benar, dia gemuk saat itu meskipun hingga sekarang masih gemuk. Aku dan teman ku sempat mentertawakan bagaimana cara dia berjalan. Mungkin karena berat badannya, caranya berjalan agak mirip dengan pinguin.
Aaahh, aku melupakan sesuatu. Awal pertemuan ku dengan nya, aku masih berpacaran dengan laki- laki lain. Jujur, di awal pertama aku sama sekali tak ada menaruh perasaan apapun padanya. Aku hanya menganggap ku sebagai partner team.
Bagaimana aku mendeskripsikan nya ? Kala itu dia lebih banyak diam, jarang berkumpul dengan anggota tim yang lain, lebih suka mengerjakan tugas bagian nya sendiri. Dan hingga 3 hari proyek berjalan kami masih tidak tahu siapa namanya. Kami terlibat dalam proyek pementasan drama, aku dan teman sekelas ku sebanyak 6 orang, dan beberapa penata panggung termasuk Dee.
Aku ingat, kapan kami untuk pertama kalinya bertatap mata langsung serta berbicara langsung satu sama lain. Kala itu adalah waktu latihan kami sepulang sekolah, naskah drama yang kami perlukan tertinggal di ruang guru. Dengan inisiatif nya, Dee dengan sukarela pergi untuk mengambil. Tapi karena aku merasa tidak enak, akupun mengikuti nya. Selesai mengambil naskah, akupun memberanikan diri untuk bertanya. Saat mendengar suara nya, entah kenapa timbul getaran aneh. Mungkin karena suara lembutnya ? Atau bagaimana dia menatap ku ? Aku tak tahu. Tapi semenjak itu kami menjadi lebih akrab.
Semakin lama, timbul perasaan tertarik padanya. Meskipun dengan fakta aku masih memiliki pacar, perasaan ini tak bisa ku tampik. Mungkin aku terlalu kesepian, karena kurangnya perhatian yang diberikan pacar ku. Pacar ku sifat nya dingin dan kaku. Akupun tak tahu kenapa aku bisa berpacaran dengan nya. Dan Dee, dia datang dengan kehangatan nya. Bagaimana aku tidak terpesona. Tapi aku tersadar, sahabat karib ku menunjukan perilaku tertarik padanya. Awalnya aku mengira aku salah, tapi semakin lama semakin terlihat. Dengan menghela nafas, aku memilih untuk mundur dan mencoba untuk tetap bertahan dengan pacar ku. Meski tak bisa kubohongi, jika ada waktu senggang saat latihan aku mencoba untuk mengobrol dengan nya sepatah 2 kata. Dan dia dengan senang hati meladeni obrolan ku dan terlihat sangat antusias. Apa ini pertanda ?
eLdeeR
Hanya menceritakan yang saya alami. Tidak bermaksud menyudutkan pihak manapun. After all, Happy reading Reader's ^^
Minggu, 03 Januari 2016
Introduce
Indonesia. Apa yang kalian pikirikan di benak kalian saat mendengar kata Indonesia ? Negara kepulauan terbesar di dunia ? Tidak salah jika kalian menjawab seperti itu. Indonesia punya banyak nama. Tapi jika kalian bertanya padaku, mungkin jawaban ku adalah negara dengan banyak keragaman. Indonesia juga memiliki 1 julukan yan terkenal, sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia. Tapi jangan salah, meskipun seperti itu Indonesia tak hanya dihuni oleh muslim, banyak pula yang non muslim. Dan dari sinilah semua nya bermula.
Menurutku jika kalian adalah Warga Indonesia, kalian pasti populer dengan Love Different Religion. Kenapa tidak ? Dengan adanya keberagaman Indonesia, siapapun pasti pernah mengalami Love Different Religion, meskipun perbandingan nya 1 : 10. Apa kalian bingung kenapa aku tiba- tiba mengangkat topik ini ? Ya, aku adalah salah satunya yang mengalami Love Different Religion hingga sekarang.
Mungkin tidak hanya aku yang mengalami nya, pasti sebagian dari kalian yang turut pernah mengalami nya. Nama ku ? Aku tidak bisa menyebutkan nya, kalian bisa memanggil ku Ade. Aku adalah seorang muslim yang baru mulai beranjak dewasa. Sudah lama sebenarnya aku mengenal Love Different Religion, tapi aku tak pernah benar- benar merasakan Love Different Religion hingga sekarang.
Dia lah yang membuat ku mengenal Love Different Religion. Dia adalah laki- laki terhangat yang pernah kutemui, dengan senyuman nya yang mampu menghapus amarah ku, dengan kesabaran yang luar biasa dalam menghadapi ego ku. serta kedewasaan nya yang mampu membimbingku. Tapi kalian jangan salah, dia 1 tahun lebih muda dari ku. Don't Judge me !
Menurutku umur tak masalah, yang terpenting apa yang ada dalam dirinya. Nama pasangan ku ? eemm, aku tidak bisa menyebutkan nya. Karena asal kalian tahu, aku menulis ini tanpa sepengetahuan nya. Tapi mungkin cepat atau lambat dia akan mengetahui nya. Karena dia sangat mengerti diriku dibandingkan aku sendiri. Mungkin kalian bisa memanggil nya Dee.
Aku memutuskan untuk menulis perjalanan cinta ku karena aku beranggapan, kalian tidak perlu takut saat harus berhadapan dengan Love Different Religion, kalian tidak harus bingung dengan pilihan " Cinta atau Agama ". Hadapi saja, jalan masih terbentang panjang dihadapan kalian, karena kalian tak akan pernah tau apa yang akan terjadi kedepan nya. Ambil resiko itu untuk memberi warna dalam hidup mu, ambil tantangan itu untuk bersenang- senang. Hidup mu, kaulah yang mengaturnya
Menurutku jika kalian adalah Warga Indonesia, kalian pasti populer dengan Love Different Religion. Kenapa tidak ? Dengan adanya keberagaman Indonesia, siapapun pasti pernah mengalami Love Different Religion, meskipun perbandingan nya 1 : 10. Apa kalian bingung kenapa aku tiba- tiba mengangkat topik ini ? Ya, aku adalah salah satunya yang mengalami Love Different Religion hingga sekarang.
Mungkin tidak hanya aku yang mengalami nya, pasti sebagian dari kalian yang turut pernah mengalami nya. Nama ku ? Aku tidak bisa menyebutkan nya, kalian bisa memanggil ku Ade. Aku adalah seorang muslim yang baru mulai beranjak dewasa. Sudah lama sebenarnya aku mengenal Love Different Religion, tapi aku tak pernah benar- benar merasakan Love Different Religion hingga sekarang.
Dia lah yang membuat ku mengenal Love Different Religion. Dia adalah laki- laki terhangat yang pernah kutemui, dengan senyuman nya yang mampu menghapus amarah ku, dengan kesabaran yang luar biasa dalam menghadapi ego ku. serta kedewasaan nya yang mampu membimbingku. Tapi kalian jangan salah, dia 1 tahun lebih muda dari ku. Don't Judge me !
Menurutku umur tak masalah, yang terpenting apa yang ada dalam dirinya. Nama pasangan ku ? eemm, aku tidak bisa menyebutkan nya. Karena asal kalian tahu, aku menulis ini tanpa sepengetahuan nya. Tapi mungkin cepat atau lambat dia akan mengetahui nya. Karena dia sangat mengerti diriku dibandingkan aku sendiri. Mungkin kalian bisa memanggil nya Dee.
Aku memutuskan untuk menulis perjalanan cinta ku karena aku beranggapan, kalian tidak perlu takut saat harus berhadapan dengan Love Different Religion, kalian tidak harus bingung dengan pilihan " Cinta atau Agama ". Hadapi saja, jalan masih terbentang panjang dihadapan kalian, karena kalian tak akan pernah tau apa yang akan terjadi kedepan nya. Ambil resiko itu untuk memberi warna dalam hidup mu, ambil tantangan itu untuk bersenang- senang. Hidup mu, kaulah yang mengaturnya
Langganan:
Postingan (Atom)